Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa [Book Review]
Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 236 halaman
.
.
Alhamdulillah, akhirnya bisa review buku ini. Buku yang menurutku kereen sih. Dengan desain cover yang simpel warna hitam, jadinya menambah ketertarikan untuk mengambil dan membayarnya di kasir.
Ini buku pertama Kak @alvisyhrn yang aku baca. Kayaknya aku langsung jadi suka deh sama tulisan-tulisannya yang menginspirasi. Terus pas lagi baca, kita diajak merenung tentang perjalanan hidup. Beberapa kali juga aku dibuat bergumam, "Oh ternyata begini, yaa..." atau "Ah, ternyata bukan cuma aku yang sempat merasa 'terjebak'."
Buku ini cocok banget untuk kalian yang lagi bingung, takut, dan khawatir tentang masa depan. Di sini kita bener-bener diajak merenung bahwa yang kita alami nggak selamanya salah, kita hanya perlu yakin akan ada jawaban dan hikmahnya. Tentang perasaan terjebak, kebingungan, nggak percaya diri, jatuh, dan perasaan-perasaan lain yang membuat kita khawatir, tetapi di sini kita diajak untuk selalu berusaha yang terbaik.
Di buku ini kita banyak disuguhkan dengan rangkaian kata Kak Alvin yang membuat jleb, ngena ke hati. Kalimat-kalimatnya tidak menggurui, tapi seperti layaknya kita ngobrol dengan sahabat. "Tenang sejenak. Tarik napasmu, embuskan perlahan. Perhatikan sekitarmu. Bukankah semua orang bermula dari tak tahu mau jadi apa?" -hlm. 21
Over all aku suka buku ini dan sangat merekomendasikan untuk kalian baca. Cocok jadi teman perjalanan karena kita diajak untuk santai membacanya, tak harus buru-buru.
Oke, segitu dulu. Semoga bermanfaat, ya. Maaf kalau kurang berkenan.
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 236 halaman
.
.
Alhamdulillah, akhirnya bisa review buku ini. Buku yang menurutku kereen sih. Dengan desain cover yang simpel warna hitam, jadinya menambah ketertarikan untuk mengambil dan membayarnya di kasir.
Ini buku pertama Kak @alvisyhrn yang aku baca. Kayaknya aku langsung jadi suka deh sama tulisan-tulisannya yang menginspirasi. Terus pas lagi baca, kita diajak merenung tentang perjalanan hidup. Beberapa kali juga aku dibuat bergumam, "Oh ternyata begini, yaa..." atau "Ah, ternyata bukan cuma aku yang sempat merasa 'terjebak'."
Buku ini cocok banget untuk kalian yang lagi bingung, takut, dan khawatir tentang masa depan. Di sini kita bener-bener diajak merenung bahwa yang kita alami nggak selamanya salah, kita hanya perlu yakin akan ada jawaban dan hikmahnya. Tentang perasaan terjebak, kebingungan, nggak percaya diri, jatuh, dan perasaan-perasaan lain yang membuat kita khawatir, tetapi di sini kita diajak untuk selalu berusaha yang terbaik.
Di buku ini kita banyak disuguhkan dengan rangkaian kata Kak Alvin yang membuat jleb, ngena ke hati. Kalimat-kalimatnya tidak menggurui, tapi seperti layaknya kita ngobrol dengan sahabat. "Tenang sejenak. Tarik napasmu, embuskan perlahan. Perhatikan sekitarmu. Bukankah semua orang bermula dari tak tahu mau jadi apa?" -hlm. 21
Over all aku suka buku ini dan sangat merekomendasikan untuk kalian baca. Cocok jadi teman perjalanan karena kita diajak untuk santai membacanya, tak harus buru-buru.
Oke, segitu dulu. Semoga bermanfaat, ya. Maaf kalau kurang berkenan.

Komentar
Posting Komentar